Makkah, mu4.co.id – Memasuki pekan pertama bulan Ramadan 1447 H, nampak jemaah umrah dari seluruh dunia memadati Masjidil Haram, Makkah.
Kebanyakan kaum muslimin sengaja memilih waktu untuk menunaikan ibadah umrah di bulan Ramadhan, dikarenakan umrah di bulan Ramadhan memiliki keutamaan tersendiri dibandingkan bulan-bulan lainnya.
Sebagaimana diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma, ia berkata bahwasanya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pernah bertanya pada Ummu Sinan Al Anshariyyah, “Apa yang menghalangimu untuk menunaikan haji?”
Wanita itu menjawab, “Bapak si Fulan, yang ia maksud suaminya, memiliki dua ekor unta yang salah satunya sering digunakan untuk menunaikan haji, sementara unta yang satunya lagi digunakan untuk mencari air minum buat kami.”
Kemudian Rasulullah bersabda,
فَإِنَّ عُمْرَةً فِي رَمَضَانَ تَقْضِي حَجَّةً أَوْ حَجَّةً مَعِي
“‘Umrah pada bulan Ramadhan sebanding dengan haji atau haji bersamaku.” (HR. Bukhari no.1862, Shahih).
Baca juga: Masyaa Allah, 500 Ribu Jemaah Lakukan Umrah, Capai Rekor Tertinggi Dalam Sehari!
Hadits ini menjadi dalil keutamaan mengapa kebanyakan orang memilih umrah di bulan Ramadhan karena senilai dengan pahala haji, bahkan haji bersama Rasulullah. Tidak heran bila saat bulan Ramadhan, jemaah umrah membludak.
Ustaz H Riza Rahman yang saat ini sedang berada di kota Makkah Al-Mukarramah mengungkapkan tahun ini jemaah umrah lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya, dikarenakan ramadhan tahun ini, Arab Saudi berada di musim sejuk (bukan musim panas), sehingga beribadah jadi lebih nyaman.
“Selain karena keistimewaan umrah di bulan ramadhan, juga karena sedang musim sejuk. Sehingga banyak jemaah memilih umrah di bulan ramadhan, setelah puluhan tahun ramadhan di Arab Saudi berada di musim panas,” tutur ustaz Riza Rahman kepada mu4.co.id, Selasa (25/2/2026).
Ustaz Riza Rahman menambahkan, jemaah umrah yang memenuhi Masjidil Haram hingga sampai ke areal masjid baru (perluasan) diperkirakan saat ini jumlahnya hampir 3 juta jemaah.
Baca juga: Jemaah Padat Seperti di Musim Haji, Semua Hotel di Makkah dan Madinah Penuh!
Dan pada saat berbuka puasa di Masjidil Haram, Ustaz Riza Rahman menceritakan bahwa jemaah sudah memenuhi masjidil Haram sejak siang, karena sebagian besar jemaah sudah bertahan di masjid dari sholat dzuhur sampai tarawih selesai sekitar pukul 22 waktu Arab Saudi.
“Sehingga bila ingin berbuka puasa masuk ke dalam Masjidill Haram, maka jemaah harus turun ke masjid sejak pukul 15 sore,” ujar ustaz Riza Rahman.
Dan pembagian ifthor (sajian buka puasa) biasanya dilakukan 1 jam sebelum adzan maghrib berkumandang.
Ustaz Riza Rahman menjelaskan, di paket bungkusan ifthor yang dibagikan tersebut di dalamnya berisi 1 botol kecil air Zamzam, kurma, roti, yogurt dan snack.
Memasuki pekan kedua, ketiga dan puncaknya pada 10 hari terakhir Ramadhan, diperkirakan jemaah akan semakin banyak, khususnya bagi jemaah yang ingin melaksanakan i’tikaf di Masjidil Haram.
Baca juga: Arab Saudi Tetapkan Tarawih 10 Rakaat dan 3 Witir di Masjidil Haram & Nabawi Selama Ramadan 2026














