Banjarbaru, mu4.co.id – Pemerintah Kota Banjarbaru bersama Komite Ekonomi Kreatif (KEK) Banjarbaru Emas menggelar audiensi dengan Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Jakarta, Jum’at (6/2), untuk mendorong Kecamatan Cempaka Banjarbaru ditetapkan sebagai kawasan Living Museum.
Audiensi yang dipimpin Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby itu menegaskan komitmen daerah dalam pengembangan budaya dan sejarah lokal, sekaligus meminta dukungan pemerintah pusat untuk pembangunan kebudayaan yang berkelanjutan.
“Kehadiran kami bertujuan untuk menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah, agar pembangunan kebudayaan di Banjarbaru dapat berjalan searah dan berkelanjutan,” ucap Lisa dikutip dari Redaksi8, Senin (9/2).
Ia menjelaskan, pengembangan Kecamatan Cempaka sebagai Living Museum bertujuan melestarikan sejarah sekaligus memperkuat identitas kota dan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis budaya di Banjarbaru.
“Pengembangan Cempaka sebagai Living Museum kami pandang penting sebagai ruang hidup kebudayaan yang tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis budaya. Karena itu, kami berharap arahan dan dukungan langsung dari Kementerian Kebudayaan,” jelas Lisa.
Konsep Living Museum di Cempaka dinilai selaras dengan visi Banjarbaru Emas dan target menjadikan Banjarbaru sebagai Kota Kreatif Nasional 2027.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon merespons positif dan mengapresiasi langkah Pemkot Banjarbaru yang menjadikan kebudayaan sebagai dasar pembangunan daerah.
“Banjarbaru memiliki potensi budaya dan sejarah yang kuat. Saya optimistis gagasan Living Museum di Cempaka dapat diwujudkan, karena di sana terdapat nilai autentik yang menjadi kekuatan utama,” ujar Fadli Zon.
Baca Juga: Lebihi Target, Retribusi Parkir 2025 di Banjarbaru Capai Hingga Rp3,2 Miliar!
“Kami terbuka untuk memberikan dukungan maksimal. Pemerintah Kota Banjarbaru juga kami dorong untuk terus berkoordinasi dengan unit kerja Kementerian Kebudayaan di daerah, sehingga program yang dijalankan bisa lebih optimal,” lanjutnya.
Kecamatan Cempaka dikenal sebagai kawasan bersejarah dengan tradisi yang masih hidup, seperti pendulangan intan di Pumpung. Di wilayah ini juga ditemukan Intan Trisakti, intan mentah terbesar di Indonesia seberat 166,75 karat pada 1965, yang ditemukan 24 pendulang dan dinamai Presiden Soekarno.
Melalui konsep Living Museum, nilai sejarah, budaya, dan kisah masyarakat Cempaka diharapkan tetap lestari sekaligus menjadi sumber edukasi, identitas daerah, dan penggerak ekonomi kreatif.
Dengan dukungan pemerintah pusat, Cempaka ditargetkan menjadi etalase budaya hidup yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan arah pembangunan Banjarbaru ke depan.
(Redaksi8)

![Apel bersama Satlantas Polres Kota Banjarmasin dengan sejumlah ojek online [ojol] di Kota Banjarmasin, Kamis [5/2]](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2026/02/IMG_6315-300x225.jpeg)





![Gedung Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal [BPJPH]](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2026/02/IMG-20260210-WA0015-300x183.jpg)





