Jakarta, mu4.co.id – Martina Ayu Pratiwi, Atlet Triathlon Putri menjadi peraih bonus terbesar kontingen Indonesia dalam SEA Games 2025 dengan total Rp3,441 miliar yang diserahkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto didampingi Menpora, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (08/01/2026).
Bonus terbesar tersebut diberikan kepada Martina, karena ia menjadi atlet Indonesia tersukses di SEA Games 2025 dengan perolehan 5 medali emas dan 2 medali perak. Dengan rincian 1 medali emas di nomor perorangan dan 4 dari nomor beregu.
Diketahui, satu medali emas nomor perorangan mendapatkan bonus sebesar Rp1 miliar. Sedangkan untuk medali emas nomor beregu mendapatkan bonus senilai Rp500 juta per orang. Dengan mendapatkan empat medali emas dari nomor beregu, Martina mendapatkan total bonus Rp2 miliar, belum termasuk bonus medali perak.
Martina juga mendapatkan dua medali perak nomor beregu, yang membuatnya mendapatkan bonus Rp441 miliar. Sehingga total bonus yang didapat Martina Ayu adalah Rp3,441 miliar.
Atlet yang berusia 22 tahun itu pun mengucapkan terima kasih atas dukungan tersebut dan berharap menjadi motivasi untuk berprestasi ke jenjang yang lebih tinggi. “Senang sekali dapat bonus. Saat saya diberitahu bahwa saya adalah penyumbang emas terbanyak Indonesia. Saya terkejut sekaligus bangga juga. Apalagi ini adalah debut saya di SEA Games,” kata Martina.
Dirinya mengungkapkan bonus tersebut akan ditabung untuk investasi ke depan, membantu orang tua, serta renovasi rumah. “Pastinya saya sangat berterima kasih kepada kedua orang tua dan keluarga, para pelatih saya coach Cali, coach Fadly, coach Bella dan coach Vani dan semua tim pendukung yang ada di belakang layar. Pencapaian ini adalah hasil dari dukungan, kerja keras, dan kepercayaan banyak orang dalam perjalanan saya,” sambungnya.
Sebagai informasi, Indonesia berhasil meraih total 91 medali emas di SEA Games kali ini. Capaian ini jauh lebih tinggi dari target yang dicanangkan, yakni 80 emas. Selain emas, Indonesia juga berhasil meraih 111 perak dan 131 perunggu. Hasil itu pun membuat Indonesia berhasil menempati ranking kedua sejak tahun 1995.
(cnnindonesia.com, kompas.com)














