Jakarta, mu4.co.id – Pusat Meteorologi Khusus ASEAN (ASMC) memperkirakan sebagian besar wilayah maritim dan daratan Asia Tenggara seperti Indonesia dan Malaysia berpotensi dilanda gelombang panas yang lebih hangat dari biasanya pada periode bulan Maret-April-Mei 2026.
Berdasarkan proyeksi ASMC untuk periode tiga bulan ke depan tersebut, ada kemungkinan 80-100 % suhu di atas normal di seluruh Indonesia yang kemungkinan akan pertama kali melanda.
“Suhu di atas normal diprediksi untuk sebagian besar wilayah ASEAN,” demikian keterangan resmi ASMC, Rabu (11/03/2026).
Gangguan yang berkepanjangan akan mengancam pembangkit listrik di Asia Tenggara yang bergantung bahan bakar fosil. Musim panas itu juga berisiko meningkatkan permintaan energi untuk bahan bakar dan membebani jaringan listrik. Padahal, saat ini, ketegangan geopolitik akibat serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran telah memperketat pasokan energi di kawasan ini.
Baca juga: BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Panas dan Terik Landa Kalsel, Apa Sebabnya?
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki musim kemarau tahun 2026 lebih awal. Kondisi itu dipicu oleh berakhirnya fenomena La Nina Lemah pada Februari 2026, yang kini telah bergeser ke fase Netral dan berpotensi menuju El Nino pada pertengahan tahun.
Pemantauan anomali iklim global di Samudera Pasifik menunjukkan nilai indeks El Nino-Southern Oscillation (ENSO) saat ini berada pada angka -0,28 (Netral) dan diprediksi bertahan hingga Juni 2026. Namun, mulai pertengahan tahun peluang munculnya El Niño kategori Lemah-Moderat sebesar 50-60 persen mulai semester kedua tahun ini perlu menjadi perhatian.
“Sementara itu, kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) diprediksi tetap stabil pada fase Netral sepanjang tahun,” tutur Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani.
Di samping itu, Peralihan Angin Baratan (Monsun Asia) menjadi Angin Timuran (Monsun Australia) menjadi penanda dimulainya musim kemarau. BMKG mencatat, sebanyak 114 Zona Musim (ZOM) atau 16,3 persen wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau pada April 2026. Di antaranya, pesisir utara Jawa bagian barat, sebagian besar Jawa Tengah hingga Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, serta sebagian kecil Kalimantan dan Sulawesi.
(kompas.com, katadata.co.id)












