Washington, mu4.co.id – Amerika Serikat (AS) mulai menjual minyak Venezuela senilai US$500 juta atau sekitar Rp8,45 triliun (kurs Rp16.890), sejak menyerang cadangan minyak negara besar tersebut dan menculik presidennya, Nicolás Maduro.
Juru Bicara Gedung Putih, Taylor Rogers menyebut tim Trump sedang memfasilitasi diskusi positif yang berkelanjutan dengan perusahaan minyak yang siap dan bersedia melakukan investasi setidaknya US$100 miliar atau setara Rp1.689 triliun yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk memulihkan infrastruktur minyak Venezuela.
Rencana itupun disambut skeptis pada bos perusahaan energi raksasa AS. “Ini tidak layak investasi. Ada sejumlah kerangka hukum dan komersial yang harus ditetapkan untuk memahami jenis keuntungan apa yang akan kita dapatkan dari investasi tersebut,” kata CEO ExxonMobil Darren Woods, Jumat (16/01/2026).
Baca juga: Trump Nyatakan Dirinya Presiden Venezuela, Ini Faktanya!
Sejumlah eksekutif lain juga menyatakan keengganan untuk berbisnis di negara Amerika Latin, yang dilanda konflik tersebut.
Diketahui, Venezuela merupakan negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia, mengalahkan negara-negara Timur Tengah seperti Arab Saudi dan Iran.
Berdasarkan data Administrasi Informasi Energi (EIA) AS, Venezuela yang merupakan salah satu pendiri OPEC memiliki cadangan minyak terbesar di dunia sebesar 303 miliar barel atau 17 persen dari cadangan global.
Jumlah tersebut mengalahkan jumlah cadangan minyak negara-negara Timur Tengah seperti Arab Saudi yang memiliki 267 miliar barel, Iran dengan 209 miliar barel, serta Irak dengan 145 miliar barel.
(cnnindonesia.com)








![Mal Sarinah sesudah renovasi [2022]](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2026/01/IMG-20260119-WA0021-300x200.jpg)





![Menteri Haji dan Umrah [Menhaj] RI Mochammad Irfan Yusuf](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2026/01/IMG_5750-1-300x169.jpeg)