Media Utama Terpercaya

13 Januari 2026, 08:26
Search

AS Akan Beli Greenland, Bayar Setiap Warga Mencapai Rp1,6 Miliar. Apa Alasannya?

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
AS Akan Beli Greenland
AS Akan Beli Greenland [Foto: istockphoto]

Greenland, mu4.co.id – Para pejabat Amerika Serikat (AS) memberikan pembayaran kepada warga Greenland agar memisahkan diri dari Denmark, sekaligus bergabung dengan AS.

Angka pasti dan logistik pembayaran belum jelas, namun para pejabat AS telah membahas angka mulai dari USD10.000 (Rp168 juta) hingga USD100.000 (lebih dari Rp1,6 miliar) per orang.

Terkait alasan AS mengakuisisi Greenland diantaranya karena kaya akan mineral yang dibutuhkan untuk aplikasi militer canggih. Selain itu disebutkan juga Belahan Barat secara luas perlu berada di bawah pengaruh geopolitik Washington.

Menanggapi gagasan tersebut, para pemimpin di Kopenhagen dan di seluruh Eropa merasa merasa jijik, mengingat AS dan Denmark adalah sekutu NATO yang terikat oleh perjanjian pertahanan bersama. “Cukup sudah…Tidak ada lagi fantasi tentang aneksasi,” tulis Perdana Menteri Greenland, Jens-Frederik Nielsen dalam sebuah unggahan beberapa waktu lalu.

Baca juga: Trump Perintahkan AS Keluar dari 66 Organisasi Dunia, Apa Alasannya?

Gagasan tersebut salah satunya membahas mengenai bagaimana AS mungkin mencoba untuk “membeli” pulau berpenduduk 57.000 jiwa itu, meski pihak berwenang di Kopenhagen dan Nuuk bersikeras bahwa Greenland tidak untuk dijual, dan berisiko terlihat terlalu transaksional, bahkan merendahkan penduduk yang telah lama memperdebatkan kemerdekaan mereka sendiri, dan ketergantungan ekonomi mereka pada Denmark.

Adapun diantara kemungkinan yang diutarakan pihak Trump adalah mencoba untuk membuat perjanjian dengan pulau tersebut yang disebut Perjanjian Asosiasi Bebas (Compact of Free Association/COFA). Sebagai imbalannya, militer AS beroperasi secara bebas di negara-negara COFA, dan perdagangan dengan AS sebagian besar bebas bea.

Diketahui sebelumnya, Perjanjian COFA telah ditandatangani oleh negara-negara merdeka, dan Greenland pun kemungkinan perlu memisahkan diri dari Denmark agar rencana tersebut dapat berjalan. Artinya pembayaran dapat digunakan untuk mendorong warga Greenland untuk memilih kemerdekaan mereka, atau untuk menandatangani COFA setelah pemungutan suara tersebut.

Jajak pendapat menunjukkan mayoritas besar warga Greenland menginginkan kemerdekaan, namun muncul kekhawatiran tentang biaya ekonomi pemisahan dari Denmark telah mencegah sebagian besar anggota parlemen Greenland untuk menyerukan referendum kemerdekaan. Selain itu, survei juga menunjukkan bahwa sebagian besar warga Greenland, meskipun terbuka untuk memisahkan diri dari Denmark, tetapi tidak ingin menjadi bagian dari AS.
(sindonews.com)

[post-views]
Selaras