Media Utama Terpercaya

12 Maret 2026, 08:00
Search

Arab Saudi Perkuat Layanan Itikaf di Masjidil Haram dan Nabawi, Apa Saja?

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Arab Saudi Perkuat Layanan Itikaf di Masjidil Haram dan Nabawi
Arab Saudi Perkuat Layanan Itikaf di Masjidil Haram dan Nabawi [Foto: voi.id]

Jakarta, mu4.co.id – Otoritas pengelola dua masjid suci di Arab Saudi memperkuat layanan bagi para jemaah yang menjalankan itikaf di sepuluh malam terakhir Ramadan.

Kantor berita Saudi SPA melaporkan bahwa Otoritas Umum untuk Pengurusan Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi menyatakan telah menyiapkan paket layanan terpadu bagi jemaah yang beritikaf di Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah.

Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung para jemaah menjalankan ibadah dengan suasana yang lebih tertib, nyaman, dan kondusif selama sepuluh hari terakhir Ramadan.

Salah satu layanan yang disediakan yaitu adanya area khusus di dalam dua masjid suci bagi para jemaah yang ingin menjalankan itikaf. Lokasi-lokasi tersebut diatur secara sistematis dan diberi nomor agar memudahkan akses serta menjaga kelancaran pergerakan di koridor masjid.

Berbagai fasilitas pendukung juga disediakan bagi para jemaah itikaf, meliputi perlengkapan perawatan pribadi, loker penyimpanan barang, fasilitas laundry, hingga perlengkapan tidur dan kenyamanan. Para jemaah juga disediakan berbagai pilihan makanan agar dapat fokus pada aktivitas ibadah seperti salat, zikir, dan membaca Al-Qur’an tanpa harus memikirkan kebutuhan dasar sehari-hari.

Baca juga: Malam I’tikaf Perdana Ramadhan 1447 H, Ustaz Riza Rahman Jelaskan Sejarah I’tikaf Nabi Muhammad

Selain itu, otoritas juga menyiapkan tiga titik layanan kesehatan khusus bagi peserta itikaf untuk memastikan keamanan dan kesehatan para jemaah, Satu titik layanan diperuntukkan bagi jemaah perempuan, sementara dua titik lainnya melayani jemaah laki-laki, yang diharapkan dapat memberikan respons cepat terhadap kebutuhan kesehatan para jemaah selama menjalankan ibadah di masjid.

Tidak hanya itu, Otoritas juga menerapkan teknologi modern untuk mengelola kerumunan menghadapi lonjakan jemaah pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Pemantauan kepadatan dilakukan secara real time menggunakan teknologi Internet of Things (IoT) serta layar berwarna yang menunjukkan tingkat kepadatan area di dalam masjid. Sistem ini membantu mengarahkan jemaah menuju area yang lebih lengang.

Di sisi lain, pekerjaan operasional dan pengorganisasian di dua masjid suci terus berlangsung sepanjang waktu. Otoritas mengandalkan sumber daya manusia terlatih serta teknologi modern untuk memastikan kualitas layanan tetap terjaga. Upaya tersebut mencakup peningkatan perawatan sistem pendingin udara, pencahayaan, dan sistem suara agar tetap berfungsi optimal saat jumlah jemaah mencapai puncaknya.

Berbagai langkah itupun diharapkan mampu menciptakan pengalaman spiritual yang lebih baik bagi para jemaah yang beritikaf selama malam-malam paling suci dalam bulan Ramadan.
(himpuh.or.id)

[post-views]
Selaras