Arab Saudi, mu4.co.id – Pemerintah Arab Saudi mengimbau para jemaah untuk menghindari jam-jam padat saat melakasanakan umrah karena sehubungan dengan lonjakan jumlah jemaah yang diperkirakan akan memadati Masjidil Haram di Makkah pada sepuluh hari terakhir Ramadhan.
Imbauan ini disampaikan oleh Kementerian Haji dan Umrah untuk mengurangi kepadatan jemaah agar dapat memastikan kelancaran ibadah di area masjid suci tersebut. Berdasarkan data pergerakan jemaah selama dua pekan pertama Ramadhan, tercatat ada sembilan jam dalam setiap hari yang menjadi periode paling padat di sekitar Masjidil Haram.
Baca juga: Puncak Umrah Ramadhan 1447, 12 Mobil Tahallul Gratis Siap Layani Jamaah di Masjidil Haram
Dilansir dari Himpuh, Kamis (12/3), menurut indikator lalu lintas jemaah yang dihimpun otoritas, periode paling padat biasanya terjadi pada dua rentang waktu utama, yakni pukul 16.00 hingga 22.00 serta pukul 05.00 hingga 08.00 waktu setempat. Pada waktu-waktu tersebut, arus jemaah meningkat signifikan sehingga menyebabkan kepadatan di area dalam dan sekitar Masjidil Haram.
Sedangkan tingkat kepadatan sedang umumnya terjadi pada pukul 23.00 hingga 04.00. Sementara itu waktu yang relatif lengang terjadi pada pukul 08.00 hingga 15.00 dan menjadi waktu yang lebih nyaman bagi jemaah untuk melaksanakan rangkaian ibadah umrah.
Pemerintah Arab Saudi telah menyiapkan aparat keamanan untuk mengelola arus jemaah di kawasan Masjidil Haram yang diperkirakan akan meningkat ini. Langkah yang disiapkan mencakup penguatan sistem pengendalian kerumunan, peningkatan manajemen lalu lintas, serta penyediaan layanan kemanusiaan bagi para jemaah.
Baca juga: Jemaah Tawaf Penuh Saat Ramadhan 1447 H, Ustaz Riza Rahman Berbagi Tips Agar Ibadah Optimal!
Selain itu, dimanfaatkan juga teknologi keamanan canggih dan kecerdasan buatan (AI) untuk memantau mengatur pergerakan jemaah di area masjid. Langakah lainnya adalah memperlancar akses menuju kawasan pusat Haram serta mengurangi kepadatan kendaraan, khususnya bus yang mengangkut jemaah menuju dan dari Masjidil Haram.
Persiapan tersebut diharapkan dapat membantu menjaga kelancaran ibadah jutaan jemaah yang datang ke Makkah selama puncak Ramadan.
(Himpuh)













