Media Utama Terpercaya

12 Maret 2026, 18:36
Search

Angka Inflasi Kalsel Tembus 5,97 Persen, Listrik dan Emas Jadi Pemicu

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Inflasi kalsel
Ilustrasi. [Foto: AI,mu4.co.id]

Banjarmasin, mu4.co.id – Inflasi di Kalimantan Selatan (Kalsel) tercatat lebih tinggi dibandingkan angka nasional. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan inflasi tahunan (yoy) Kalsel pada Februari 2026 mencapai 5,97 persen, melampaui inflasi nasional sebesar 4,76 persen.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Kalsel H. Muhidin menggelar pertemuan dengan perwakilan Bank Indonesia, BPS, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Direktorat Jenderal Perbendaharaan, serta jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarmasin pada Ahad (8/3), sebagai tindak lanjut arahan Menteri Dalam Negeri untuk membahas kondisi inflasi daerah dan merumuskan langkah pengendalian.

Selain itu, inflasi bulanan (mtm) Kalsel pada Februari 2026 juga tercatat 0,86 persen, lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional sebesar 0,68 persen.

Baca Juga: Inflasi Pangan, Pemprov Kalsel Bakal Kembangkan Lahan Pertanian Dengan Libatkan ASN

“Penyumbang inflasi paling tinggi pertama listrik, kedua emas, dan selebihnya komoditas lain. Untuk listrik secara nasional sebenarnya hampir sama karena tahun lalu ada program diskon listrik 50 persen, sehingga dalam perbandingan tahunan terlihat meningkat,” ungkap Gubernur Kalsel H. Muhidin dikutip dari Redaksi8, Kamis (12/3).

Selain itu, meningkatnya permintaan masyarakat terhadap emas perhiasan turut mendorong inflasi di daerah. Karena itu, Muhidin mengimbau masyarakat lebih bijak dalam memilih investasi emas agar tidak ikut memicu kenaikan harga.

Ia menambahkan, inflasi tahunan Kalsel sebenarnya bisa lebih rendah apabila tidak dipengaruhi oleh kenaikan tarif listrik dan harga emas.

“Untuk pangan relatif rendah. Stok bahan pokok di Kalsel juga cukup menjelang lebaran sehingga diharapkan harga tetap stabil,” terangnya.

Baca Juga: Gubernur Muhidin Resmikan Wisata Bawah Jembatan Barito, Ajak Warga Nikmati Wisata Baru

Ia menilai tingginya minat masyarakat membeli emas menunjukkan kondisi ekonomi Kalsel cukup baik. Daya beli masyarakat meningkat, bahkan berada di atas rata-rata nasional.

Kepala BPS Kalimantan Selatan, Mukhamad Mukhanif, menyebut beberapa komoditas yang turut memicu inflasi di daerah antara lain beras, daging ayam ras, dan sigaret kretek mesin.

Harga emas perhiasan dalam setahun terakhir juga tercatat melonjak hingga 78,99 persen sehingga memberi kontribusi besar terhadap inflasi di Kalsel.

“Pemerintah Provinsi Kalsel bersama sejumlah lembaga terkait akan terus memperkuat koordinasi guna menjaga stabilitas harga sekaligus mengendalikan inflasi di daerah,” ucap Mukhanif.

(Redaksi8)

[post-views]
Selaras