Media Utama Terpercaya

13 Januari 2026, 12:37
Search

Anggaran MBG 2026 Capai Rp335 Triliun. Begini Perkembangan Programnya!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
program MBG disempurnakan
Prabowo meminta agar program MBG disempurnakan disampaikan dalam acara Taklimat Awal Tahun. [Foto: setneg.go.id]

Bogor, mu4.co.id – Untuk pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2026, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp335 triliun. Hal itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi usai retret kabinet sekaligus Taklimat Awal Tahun dari Presiden Prabowo Subianto, di Padepokan Garuda Yaksa, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).

Ia juga menyampaikan pesan Prabowo kepada Badan Gizi Nasional (BGN) untuk meningkatkan prosedurnya dalam pelaksanaan MBG. Prabowo ingin program MBG berjalan dengan maksimal untuk para penerima manfaat di seluruh Indonesia.

“Beliau (Prabowo) menghendaki untuk disiplin prosedur itu ditingkatkan. Karena menurut catatan dari Kepala BGN di bulan Desember masih ada kurang lebih 15 kejadian, yang Bapak Presiden meminta semaksimal mungkin ini tidak boleh lagi terjadi kejadian-kejadian yang tidak diinginkan,” ujar Prasetyo dilansir dari kompas, Sabtu (10/1).

Baca juga: Pemerintah Perluas MBG: 36 Ribu Penyandang Disabilitas Bakal Dapat Makan Bergizi Gratis

Dalam Taklimat Awal Tahun, Prabowo mengklaim berdasarkan evaluasi objektif, tingkat keberhasilan MBG mencapai angka 99 persen dan berharap program ini terus disempurnakan agar tidak ada satu pun kesalahan yang sampai ke penerima manfaat.

“Dengan kekurangan 0,00 sekian itu pun bagi kita sesuatu yang harus kita atasi, dan alhamdulillah kita sudah mengatasi, dan kita sedang atasi terus. Langkah demi langkah, pengawasan demi pengawasan, langkah-langkah pengamanan terus kita lakukan. Tapi intinya adalah bahwa kita intervensi,” katanya dilansir dari laman resmi setneg.go.id, Sabtu (10/1).

Diketahui, saat ini program MBG telah mencapai 55 juta penerima manfaat sejak dicanangkan pada 6 Januari 2025. Menurut Prabowo, hal ini sangat membanggakan karena banyak program serupa di negara lain tapi tidak semasif di Indonesia.

“Hari ini adalah 6 Januari 2026 dan kita sudah mencapai hari ini dilaporkan kepada saya 55 juta penerima manfaat, 55 juta, 55 juta anak-anak Indonesia menerima makan tiap hari dan termasuk ibu-ibu hamil. Ini sesuatu yang membanggakan juga,” ucapnya.

Baca juga: MBG Akan Dihentikan Sementara Di Awal 2026. Bagaimana Dengan Kelompok B3?

Ia juga menyampaikan alasan membuat program MBG sangat sederhana yakni karena dari berbagai kajian menunjukkan persentase anak Indonesia mengalami kekurangan gizi mencapai lebih dari 20 hingga 30 persen. Hal ini menunjukkan rata-rata 1 dari 5 anak Indonesia masih kekurangan gizi yang mengakibatkan pertumbuhan anak tidak normal dan badannya sangat lemah yang biasanya disebut dengan malnutrisi dan stunting.

“Itu yang jelas dikatakan malnutrisi, stunting, badannya sangat lemah, pertumbuhannya tidak normal. Kemudian ternyata puluhan juta anak-anak Indonesia berangkat sekolah tanpa makan pagi. Banyak juga makan mereka hanya nasi dengan daun-daun,” jelasnya.

Dengan keadaan tersebut, ia mengingat kata-kata dari Presiden Indonesia ke-1 Soekarno yang menyebut bahwa perut yang lapar tidak bisa menunggu.

“Saya ingat kata-kata pendahulu-pendahulu kita, satu ucapan Bung Karno ‘The hungry stomach cannot wait’, perut yang lapar tidak bisa menunggu. Pemimpin yang bertanggung jawab, pemimpin yang punya hati, pemimpin yang punya kepedulian harus bekerja keras untuk menghilangkan kelaparan dan kemiskinan,” katanya.

(setneg.go.id, kompas)

[post-views]
Selaras