Jakarta, mu4.co.id – ASEAN Specialised Meteorological Centre (ASMC), resmi mengaktifkan Status Siaga Level 3 untuk wilayah ASEAN bagian Selatan, akibat dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia yang kian meluas, Jumat (16/10/2026).
Diketahui, ASMC telah mengeluarkan status siaga Level 3 sebanyak dua kali sepanjang tahun ini. Adapun status Siaga Level 3 merupakan tingkat tertinggi dalam sistem peringatan 4 jenjang milik ASMC.
Penetapan ini dilakukan ketika terdapat risiko tinggi terjadinya kabut asap lintas batas yang parah, serta ditandai oleh munculnya kabut asap tingkat sedang hingga pekat secara luas selama minimal dua hari berturut-turut.
Polusi udara yang terjadi selama berbulan-bulan ini hingga menyebarkan asap beracun dan mengganggu aktivitas harian warga, seperti penutupan sekolah, memicu lonjakan kasus gangguan pernapasan, hingga membatasi aktivitas luar ruangan di berbagai negara Asia Tenggara, termasuk Malaysia, Singapura, dan Timor Leste.
Baca juga: Asap Karhutla Kalimantan Terbawa hingga Jakarta!
Pada Sabtu (17/10/2026), data IQAir mencatatkan Singapura di peringkat kedua dan Kuala Lumpur di peringkat ketiga dalam daftar kota-kota besar paling berpolusi di dunia, tepat di bawah Baghdad. Seluruh hasil pengukuran di kawasan tersebut berada pada tingkat ‘sangat berbahaya’.
Kondisi serupa terjadi di Timor Leste, data IQAir menunjukkan polusi udara tidak sehat masih berlangsung pada Sabtu, termasuk di Ibu Kota Dili. Pihak berwenang setempat meliburkan sekolah-sekolah dan memperingatkan bahwa situasi berpotensi memburuk.
Sementara di Indonesia sendiri, dampaknya dirasakan sangat parah oleh warga Palangka Raya, salah satu pusat kebakaran tempat kabut asap tebal mengubah warna langit menjadi kuning dan oranye.
Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Indonesia pada 17 Oktober menyemai 2,4 ton es kering (dry ice) melalui pesawat terbang di salah satu bandara utama Provinsi Sumatera Selatan untuk mengurai kabut asap.
Di sisi lain, Singapura menyatakan pada Jumat (16/10/2026) bahwa mereka akan mengeluarkan peringatan resmi kepada tujuh perusahaan di Indonesia yang teridentifikasi bertanggung jawab atas kebakaran tersebut.
Sementara itu, Juru Bicara Departemen Luar Negeri Filipina untuk Urusan ASEAN, Dominic Xavier Imperial, pada hari yang sama mengonfirmasi, isu kabut asap lintas batas ini akan masuk agenda pembahasan rangkaian pertemuan menjelang KTT ASEAN di Manila pada November 2026.
(kompas.com)











![Jembatan Cemara Ujung–Sungai Andai [Cusa]](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2026/10/IMG_5656-300x169.webp)
