Banjar, mu4.co.id – Balai Pengelolaan Air Minum (BPAM) Banjarbakula melakukan perbaikan kebocoran pipa transmisi utama air baku berdiameter 1.200 milimeter di wilayah Sei Landas, Desa Mandikapau, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar.
Kepala BPAM Banjarbakula, Siddiq Wahyu Pamungkas, menjelaskan kebocoran diketahui pada Jumat (09/10/2026) sekitar pukul 20.20 WITA. Setelah itu petugas langsung melakukan langkah pengamanan dengan mematikan pompa Intake Mandikapau dan menutup sejumlah valve yang terhubung dengan jalur pipa tersebut, untuk menghentikan aliran air menuju titik kebocoran sekaligus mencegah kerusakan semakin meluas.
Pada Sabtu (10/10/2026), BPAM Banjarbakula melanjutkan penanganan melalui survei kondisi lapangan, pengecekan pipa, serta persiapan alat berat dan material untuk mendukung proses perbaikan.
“Untuk penanganannya saat ini terjadi kebocoran pada pipa transmisi utama berdiameter 1.200 milimeter. Kebocoran terjadi tadi malam sekitar pukul 20.20 WITA. Hari ini kami melakukan persiapan pekerjaan, menunggu alat berat berupa ekskavator tiba di lokasi. Untuk material dan suku cadang perbaikan, alhamdulillah sudah tersedia,” jelas Wahyu dilansir dari laman resmi diskominfomc.kalselprov.go.id.
Baca juga: Mulai 22 September 2026, PAM Bandarmasih Hanya Distribusikan Air Bersih Darurat Khusus MCK!
Adapun material yang disiapkan untuk penanganan kebocoran di antaranya ripper clamp. Setelah alat berat tiba dan seluruh persiapan teknis terpenuhi, pekerjaan perbaikan akan dilaksanakan sesuai kondisi aktual di lapangan.
BPAM Banjarbakula memperkirakan penanganan membutuhkan waktu sekitar 5–10 hari, guna mempertimbangkan tahapan pekerjaan teknis hingga sistem transmisi dinyatakan aman untuk kembali dioperasikan.
Wahyu mengakui kebocoran pipa utama berdampak terhadap operasional distribusi air baku. Karena itu, pihaknya juga mengoperasikan Intake Darurat dengan kemampuan debit sekitar 120 liter per detik.
“Pengoperasian ini menjadi langkah sementara untuk membantu menjaga pasokan air baku selama jalur transmisi utama dalam proses penanganan,” ungkapnya.
Untuk mencegah kejadian serupa terulang, sebagai langkah jangka panjang untuk mengatasi kerawanan kebocoran pada jalur transmisi, BPAM Banjarbakula juga telah mengusulkan revitalisasi pipa air baku kepada Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, yang diharapkan dapat direalisasikan pada 2027.
BPAM Banjarbakula pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan yang ditimbulkan akibat kebocoran pipa tersebut. Masyarakat juga diminta memahami proses penanganan yang sedang berlangsung, sembari BPAM Banjarbakula terus memantau kondisi sistem dan mengupayakan perbaikan agar operasional dapat kembali normal secepat mungkin.














