Madinah, mu4.co.id – Salat jenazah merupakan salah satu fardu kifayah yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Meski pelaksanaannya singkat dan tidak terdapat ruku’ maupun sujud, namun pahala yang dijanjikan bagi kaum muslimin yang mengerjakannya sangat luar biasa.
Betapa indahnya Rasulullah tidak menyebutkan pahala salat jenazah dengan bilangan angka, seperti pada ibadah-ibadah lainnya, misalnya dikalikan 10, dikalikan 1.000 atau dikalikan 100.000. Namun untuk salat jenazah ini Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam menyebutkan besarnya pahala tersebut dengan kiasan sebesar Gunung Uhud (satu Qirath).
Sebagaimana diriwayatkan secara shahih dalam Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim dari sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu berkata bahwasanya Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda:
مَنْ شَهِدَ الجَنَازَةَ حَتَّى يُصَلِّيَ، فَلَهُ قِيرَاطٌ، وَمَنْ شَهِدَ حَتَّى تُدْفَنَ كَانَ لَهُ قِيرَاطَانِ ، قِيلَ: وَمَا القِيرَاطَانِ؟ قَالَ: مِثْلُ الجَبَلَيْنِ العَظِيمَيْنِ
“Barang siapa yang menyaksikan jenazah hingga menyalatkannya, maka baginya pahala satu qirath. Dan barang siapa yang menyaksikan hingga dimakamkan, maka baginya pahala dua qirath.” Ada yang bertanya, “Apakah yang dimaksud dua qirath itu?” Beliau menjawab, “Seperti dua gunung yang besar” (HR. Bukhari no. 1325 dan Muslim no. 945).
Dalam riwayat lain HR. Muslim No. 946, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam secara eksplisit menegaskan bahwa satu qirath itu sebesar Gunung Uhud.
Mengukur Besarnya Gunung Uhud Secara Detail
Agar dapat membayangkan betapa melimpahnya pahala satu qirath, berikut perincian mengenai profil geografis dan karakter Gunung Uhud:
1. Etimologi
Mengapa Dinamakan Uhud? Kata Uhud {أُحُد} secara bahasa berasal dari kata Ahad yang berarti Satu/Esa atau Sendiri. Dinamakan Gunung Uhud karena posisi dan bentuk fisiknya menyendiri dan terpisah dari rangkaian pegunungan lain di sekitar Kota Madinah.
2. Dimensi dan Ukuran Geografis
Tinggi gunung Uhud sekitar 1.050 hingga 1.077 meter di atas permukaan laut. Dan panjangnya membentang sepanjang 7 kilometer dari arah tenggara ke barat laut. Serta memiliki lebar puncak dan kaki gunung rata-rata 2 hingga 3 kilometer. Sedangkan Jaraknya terletak sekitar 5 kilometer di sebelah utara Masjid Nabawi, Madinah.
3. Perkiraan Berat Massa
Secara geologi dan matematis, dengan panjang 7 km, lebar rata-rata 2,5 km, serta tinggi lebih dari 1.000 meter, massa jenis batuan granit umumnya mencapai 2,65 – 2,75 {gram/cm3} atau (sekitar 2,7 ton/m3). Maka Volume batuan Gunung Uhud diperkirakan mencapai miliaran meter kubik, sehingga estimasi berat fisiknya diperkirakan mencapai puluhan miliar ton. Bayangkan betapa banyaknya ganjaran pahala salat jenazah.
4. Jenis Batuan
Gunung Uhud terbentuk dari batuan purba jenis granit merah (red granite), marmer merah, serta beberapa jenis batuan vulkanik dan batuan mulia. Warna kemerah-merahan inilah yang memberikan ciri khas tersendiri pada lanskap bentang alam Jabal Uhud.

Gunung yang Mencintai, Dicintai, dan Kelak Ada di Surga
Gunung Uhud bukan sekadar tumpukan batuan dan tanah biasa, melainkan memiliki ikatan batin dan emosional yang kuat dengan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam dan umat Islam.
Diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu berkata bahwasanya Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda:
طَلَعَ لَهُ أُحُدٌ فَقَالَ ” هَذَا جَبَلٌ يُحِبُّنَا وَنُحِبُّهُ
“Uhud adalah gunung yang mencintai kami dan kami pun mencintainya.” (HR. Bukhari No. 4084 & HR. Muslim No. 1393)
2. Gunung yang Ada di Surga
Dalam riwayat lain yang disebutkan oleh para ulama dan diriwayatkan oleh Ath-Thabrani, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda: “Uhud adalah salah satu gunung dari gunung-gunung yang ada di surga.”
Baca juga: Menjelajahi Pesona Masjid Biru: Mahakarya Sultan Ahmed di Jantung Kota Istanbul
Nilai Sejarah dan Hikmah Bagi Umat Islam
Di kaki Gunung Uhud inilah pada tahun 3 Hijriah (625 Masehi) terjadi Perang Uhud, sebuah pertempuran sengit antara pasukan Muslim dan kaum Quraisy. Dalam pertempuran tersebut gugur sebanyak 70 sahabat sebagai syuhada, termasuk paman Nabi, Hamzah bin Abdul Muthallib Radhiyallahu Anhu.
Penyebutan pahala salat jenazah seberat Gunung Uhud mengandung pengajaran bagi umat Islam. Ganjaran pahala yang besar, sebesar gunung Uhud ini membuktikan kedermawanan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Serta menunjukkan betapa besarnya rahmat Allah yang telah melipatgandakan amalan sederhana (salat jenazah tanpa ruku’ dan sujud) namun dengan ganjaran pahala yang teramat luas dan berat bagaikan seberat gunung Uhud.
Karena itu seandainya kaum muslimin tahu ganjaran pahala yang besar menanti bagi yang mengerjakan salat jenazah, maka tak akan pernah ia melepaskan satu salat jenazah pun semasa hidupnya.













