Media Utama Terpercaya

12 Oktober 2026, 12:12
Search

Kalimantan Disiapkan Jadi ‘Superhub Ekonomi Nusantara’, Gandeng Malaysia dan Brunei!

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Kepala Bappenas
Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy [Foto: bappenas.go.id]

Jakarta, mu4.co.id – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Rachmat Pambudy menyatakan bahwa Pulau Kalimantan diproyeksikan menjadi ‘Superhub Ekonomi Nusantara’.

Pihaknya mendorong penguatan kerja sama antara Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam untuk mewujudkan Kalimantan sebagai penggerak transformasi ekonomi dan pemerataan pembangunan. Mengingat keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Pulau Kalimantan menjadi jangkar ekosistem ekonomi yang mendukung pergeseran pusat gravitasi ekonomi Indonesia ke luar Jawa dan Sumatra.

“Ini adalah segitiga baru Malaysia, Brunei dan Indonesia. Namun sesungguhnya ini bukan sekadar segitiga baru, melainkan segitiga emas untuk masa depan,” ujar Rachmat Pambudy dalam 2nd Borneo Economic Forum: Shaping the Future of Borneo di Kuching, Malaysia, dari keterangan resmi di Jakarta, dikutip dari Antara, Sabtu (10/10/2026).

“Selama ini, pusat gravitasi Indonesia berada di Jakarta, kemudian berkembang ke Bandung, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, wilayah lain di Jawa dan Sumatra. Hari ini, kita bergerak menuju Kalimantan. Karena itu, forum ini menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana kerja sama regional yang lebih kuat dapat mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” tambah Rachmat.

Baca juga: Viral Asap Karhutla Kalimantan Disebut Bergerak ke Jawa, Ini Penjelasan BMKG

Transformasi ekonomi di Borneo ditopang 6 klaster strategis, antara lain teknologi bersih, industri farmasi terintegrasi, pertanian berkelanjutan, ekowisata dan wisata kesehatan, industri kimia, serta energi rendah karbon. Selain itu, investasi pada sumber daya manusia, pendidikan, kesehatan, pengembangan keterampilan, dan infrastruktur juga dianggap penting untuk mendukung transformasi tersebut.

“Kita membutuhkan investasi pada manusia dan infrastruktur. Transformasi ini harus tetap memperhatikan aspek sosial, budaya, dan ketahanan ekologi, termasuk hak masyarakat lokal serta perlindungan sumber daya air. Prinsip-prinsip tersebut penting untuk memastikan pembangunan tetap inklusif, adil, dan berkelanjutan,” ungkap Kepala Bappenas.

Selain itu, konektivitas juga dinilai menjadi salah satu fondasi utama. Pemerintah mendorong penguatan koridor Nusantara–Balikpapan–Samarinda, jaringan Trans-Kalimantan, konektivitas pelabuhan dan bandar udara, serta koridor ekonomi yang menghubungkan kawasan produksi dengan pasar regional.

Di samping itu, Pemerintah juga akan menindaklanjuti hasil dan usulan yang relevan dari forum Borneo Economic Community (BEC) ini, sehingga diharapkan dapat menciptakan peluang bagi dunia usaha, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta membangun Borneo yang lebih terhubung dan tangguh.

[post-views]
Selaras