Jakarta, mu4.co.id – Penyelenggaraan ibadah haji 2026 dinilai menunjukkan tren perbaikan dari tahun sebelumnya, yang dibahas dalam Exit Meeting Amirul Hajj 2026 di Kantor Urusan Haji Jeddah, Sabtu (06/06/2026).
Tingkat kepuasan jemaah yang meningkat, berkurangnya jumlah keluhan, menurunnya temuan audit internal maupun eksternal, serta membaiknya indikator kesehatan jemaah menjadi catatan positif yang akan menjadi modal penting dalam penyelenggaraan haji tahun mendatang.
Dalam forum evaluasi tersebut dihadiri Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, bersama jajaran Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dan Amirul Hajj itu Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji 2026.
Menurutnya, keberhasilan layanan tahun ini merupakan hasil kerja bersama berbagai unsur yang terlibat sejak tahap persiapan hingga pemulangan jemaah. “Penyelenggaraan haji tahun ini tidak mudah. Jemaah kita datang dari seluruh Indonesia dengan berbagai macam latar belakang dan keberagaman. Alhamdulillah, dengan kerja sama semua pihak, prosesnya dapat terlaksana dengan baik,” ujar Menhaj, dikutip dari himpuh.or.id, Senin (08/06/2026).
Baca juga: Malaysia Raih Penghargaan Pengelola Haji Terbaik 2026 Kelima Kalinya, Bagaimana Indonesia?
Dalam kesempatan itu, Ketua PPIH Arab Saudi, Ian Heriyawan memaparkan sejumlah capaian operasional haji 2026. Salah satu indikator yang disorot adalah tingginya tingkat penyerapan kuota haji Indonesia yang mencapai 99,6%. Menurutnya, hanya sekitar 600 kuota yang tidak terserap sepanjang penyelenggaraan haji tahun ini, dan ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini sebanyak 120 kloter atau 47.012 jemaah telah kembali ke Tanah Air.
Meski mencatat sejumlah capaian positif, pemerintah tetap menyiapkan langkah perbaikan untuk menghadapi penyelenggaraan haji tahun depan. Salah satu fokus utama adalah penguatan koordinasi dengan syarikah yang menjadi mitra layanan di Arab Saudi.
“Kita harus fokus pada bagaimana kerja sama antara petugas haji dan syarikah nanti. Termasuk juga mitigasi terhadap kebijakan Saudi tentang penunjukan syarikah,” kata Ian.
Selain mengevaluasi pelaksanaan haji tahun ini, pertemuan juga membahas berbagai rekomendasi untuk meningkatkan kualitas layanan pada musim haji mendatang. Sekretaris Amirul Hajj Ilfi Nurdiana menyampaikan sepuluh rekomendasi yang diharapkan dapat menjadi bahan perbaikan layanan haji pada musim berikutnya, diantaranya yaitu:
- Peningkatan layanan di Mina, terutama terkait kapasitas tenda dan penyediaan ruang privasi bagi jemaah perempuan.
- Peningkatan ketepatan waktu layanan transportasi pra dan pasca-Armuzna.
- Percepatan operasional bus shalawat setelah fase Armuzna agar jemaah lebih mudah melaksanakan tawaf ifadah dan tawaf wada.
- Efisiensi layanan berbasis kedekatan hotel dengan Masjidil Haram.
- Peningkatan penggunaan produk dalam negeri dalam layanan katering jemaah haji.
- Peningkatan pelatihan bagi petugas kloter dan petugas daerah agar kualitas layanan di lapangan semakin seragam dan sesuai standar.
- Penguatan standar layanan petugas sesuai tugas dan fungsi masing-masing, termasuk penambahan pembimbing ibadah laki-laki untuk menjaga keberlangsungan pelayanan kepada jemaah.
- Penguatan diplomasi layanan kesehatan dan akomodasi Armuzna, terutama peningkatan fasilitas tenda, penambahan jumlah toilet bagi perempuan dan lansia, serta izin safari wukuf bagi jemaah yang sakit parah.
- Implementasi layanan haji yang lebih ramah lingkungan dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai di kawasan Armuzna melalui penyediaan tumbler dan dispenser air minum.
- Perlu layanan jasa dorong yang terintegrasi, nyaman, dan aman bagi lansia dan jemaah risiko tinggi, sehingga tidak terjadi fluktuasi harga.













