Banjarbaru, mu4.co.id – Suasana haru menyelimuti Embarkasi Haji Banjarmasin saat Kasrun bin Midin atau yang akrab disapa Mbah Kasrun diberangkatkan menuju Tanah Suci bersama Kloter BDJ 17, Senin dini hari (18/5/2026). Di usia 102 tahun, jemaah asal Desa Wanaraya, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan itu tetap menunjukkan semangat kuat untuk menunaikan ibadah haji.
Mbah Kasrun tercatat sebagai jemaah haji tertua asal Kalimantan Selatan pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Sebelum diberangkatkan, ia telah menjalani pemeriksaan kesehatan tahap III di Embarkasi Haji Banjarmasin dan dinyatakan layak terbang.
Didampingi sang anak, Mbah Kasrun tampak tenang saat menjalani proses keberangkatan bersama jemaah lain asal Kabupaten Barito Kuala, Kotabaru, dan Kota Banjarmasin yang tergabung dalam Kloter BDJ 17. Rombongan tersebut diberangkatkan pukul 01.57 Wita dengan tujuan Bandara King Abdul Aziz (KAA) Jeddah.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Kalimantan Selatan sekaligus Ketua PPIH Embarkasi Banjarmasin, Eddy Khairani, mengaku kagum dengan semangat ibadah yang dimiliki Mbah Kasrun.
“Beliau menjadi contoh bagaimana semangat menunaikan ibadah haji tidak pernah pudar meskipun usia sudah sangat lanjut. Ini adalah bentuk kemuliaan yang patut disyukuri,” ujarnya dilansir dari laman resmi Kemenhaj, Rabu (20/5).
Baca juga: Jemaah Haji Indonesia 2026 Asal Sinjai Bakal Dijadikan Nama Masjid di Arab Saudi!
Mbah Kasrun diketahui lahir di Jawa Timur pada tahun 1924 dan mengikuti program transmigrasi ke Kalimantan Selatan pada 1979. Selama puluhan tahun, ia menjalani kehidupan sebagai petani dan pekebun bersama keluarganya.
“Kalau dulu awal program transmigrasi, ayah bertani dan berkebun. Namun sekarang lebih banyak di peternakan dan kebun kelapa sawit,” ujar putranya saat mendampingi pemeriksaan kesehatan di ruang jemaah prioritas, Senin (18/5).
Usai seremoni pelepasan jamaah, Eddy Khairani juga menyempatkan diri menemui langsung Mbah Kasrun. Dalam pertemuan singkat itu, Eddy bertanya mengenai rahasia umur panjang jemaah lansia tersebut.
“Apa resep mbah sampai mencapai usia 102 tahun?” tanya Eddy.
Dengan logat khas Jawa Timur dan suara terbata-bata, Mbah Kasrun menjawab singkat sambil tersenyum.
“Rajin ibadah,” ujarnya.
Jawaban sederhana itu sontak membuat suasana menjadi hangat dan mengundang haru para petugas serta jemaah yang berada di lokasi.
Baca juga: Petani Asal Maros Jadi Ikon Haji 2026, Ini Kisah Inspiratifnya Hingga Diliput Media Arab!
Eddy kemudian mengingatkan para pendamping jamaah agar memberikan perhatian penuh terhadap kondisi fisik Mbah Kasrun selama berada di Tanah Suci, terutama menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
“Jangan dipaksakan mengikuti seluruh aktivitas apabila kondisi fisik tidak memungkinkan. Yang terpenting kesehatan beliau tetap terjaga agar dapat menjalani rangkaian ibadah dengan aman dan nyaman,” pesannya.
Ia menambahkan, pemerintah telah menyiapkan layanan prioritas bagi jemaah lanjut usia dan risiko tinggi selama pelaksanaan ibadah haji di Arab Saudi.
Keberangkatan Mbah Kasrun pun menjadi perhatian tersendiri di Embarkasi Banjarmasin. Semangatnya di usia lebih dari satu abad dinilai menjadi inspirasi bahwa usia bukanlah penghalang untuk memenuhi panggilan Allah SWT.
Dengan keberangkatan Kloter BDJ 17, total jemaah dan petugas Embarkasi Banjarmasin yang telah berada di Tanah Suci mencapai 6.095 orang. Pada musim haji 2026 ini, Embarkasi Banjarmasin memberangkatkan 19 kloter yang terdiri atas 14 kloter asal Kalimantan Selatan dan lima kloter asal Kalimantan Tengah, dengan total jemaah mencapai 6.822 orang.
(Kemenhaj, antara)









![Ilustrasi militer Israel yang mengancam rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla [GSF]](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260521-WA0000-1-300x169.jpg)


