Banjarmasin, mu4.co.id – Yakup (81) dan istrinya Masnah (82) menjadi jemaah haji 2026 tertua Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, yang berasal dari Desa Tungkaran.
Mengenakan pakaian serba putih, pasangan lansia ini duduk di barisan depan Masjid Nurul Iman, Desa Indrasari, Martapura, Sabtu (18/4), sambil menyimak penjelasan petugas haji.
Ketekunan mereka patut diapresiasi hingga akhirnya bisa berangkat menunaikan ibadah haji bersama kloter jemaah asal Kabupaten Banjar. Sehari-hari, keduanya bekerja sebagai petani padi dan singkong di desa mereka.
Baca Juga: Kuota Haji 2026 Kalimantan Selatan Tembus 5.128 Jemaah. Bagaimana Persiapannya?
Meski usia tak lagi muda, semangat keduanya tetap kuat. Sejak mendaftar, mereka sabar menunggu antrean panjang sambil menabung dari hasil bertani. Setiap musim panen menjadi harapan yang mendekatkan langkah mereka ke Baitullah.
“Alhamdulillah, walaupun kami sudah tua, masih diberi kesempatan berangkat haji. Ini rezeki yang tidak kami sangka,” ucap Yakub dikutip dari Banjarmasin Post, Senin (20/4).
Setelah menunggu delapan tahun, pasangan ini akhirnya berangkat haji. Meski hasil panen padi dan singkong tak selalu besar, mereka tetap menyisihkan uang sedikit demi sedikit, didukung doa keluarga dan tetangga hingga impian itu terwujud tahun ini.
Jemaah Haji Termuda 2026 Kabupaten Banjar
Kisah haru juga datang dari jemaah termuda berusia 13 tahun, Sofia Kamila, asal Desa Tanjung Rema, Kabupaten Banjar. Ia berangkat menggantikan ayahnya yang wafat pada 2023 sebelum sempat berhaji.
Keberangkatannya menjadi amanah keluarga untuk melanjutkan niat sang ayah. Ia menunaikan ibadah haji didampingi sang ibu, Habibah.
Baca Juga: 121 Petugas Haji Banjarmasin Resmi Dikukuhkan, Pastikan Layanan Jemaah Optimal
Meski masih sangat muda, ia menunjukkan kesiapan yang mengagumkan dan mengaku tidak mengalami kesulitan memahami tata cara ibadah haji.
”Insya Allah sudah mengerti. Kemarin juga sudah mengikuti pelatihan terkait tata cara haji. Selama ini juga terus belajar dan menghafal doa-doanya,” ungkap Sofia yang juga merupakan siswi SMTSN 6 Banjar.
Sofia juga memastikan dirinya telah mendapatkan izin resmi dari sekolah melalui surat permohonan untuk berangkat ke Tanah Suci.
(Banjarmasin Post)















