Media Utama Terpercaya

11 Februari 2026, 11:50
Search

Ketika Tidur di Masjid Ditegur, Masjid Al Jihad Banjarmasin Justru Sediakan Alas Tidur, Kasur dan Bantal untuk Kenyamanan Jemaah dan Musafir!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Kasur Masjid Al Jihad
Di Masjid Al Jihad ini bukan hanya diperbolehkan tidur melepas kepenatan, melainkan juga "di-fasilitasi" betah berlama-lama di rumah Allah [Foto: mu4.co.id]

Banjarmasin, mu4.co.id – Sebagian masjid barangkali masih memegang aturan ketat yang melarang jemaahnya tidur-tiduran di masjid sambil menunggu adzan berkumandang.

Bisa dimaklumi, mungkin maksud pengelola masjid tersebut baik, karena seringkali dijumpai jemaah tidurnya disembarang tempat sehingga mengganggu dan menyulitkan jemaah lain yang ingin salat atau beribadah dengan khusyuk.

Belum lagi, terkadang jemaah yang tidur itu membawa gelas minuman, cemilan, dan tisu yang bisa saja mengotori karpet masjid. Kondisi ini membuat pengurus masjid berada di posisi yang serba salah ibarat buah simalakama: “Kalau ditegur bisa membuat jemaah tersinggung, tetapi bila dibiarkan saja malah membuat masjid jadi kotor dan kumuh!”

Hingga ujung-ujungnya pengurus masjid tidak mau ambil pusing tujuh keliling, cukup pilih langkah praktis. Sehingga banyak dijumpai diluar waktu salat, pintu masjid ditutup dan dikunci. Kemudian lampu dan AC dimatikan! Selesai!

Baca juga: Masjid Al Jihad Banjarmasin dan Diskominfo Kalsel Sediakan Akses Internet Gratis untuk Jemaah

Tetapi benarkah permasalahannya selesai? Ternyata tidak. Dikarenakan pintu masjid dikunci. Akibatnya jemaah yang ingin salat dhuha dan tahajud misalnya, akan kesulitan mencari tempat untuk salat dan terpaksa salat di teras-teras masjid yang kadang lantainya berdebu. Sehingga mengurangi kekhusyukan. Jemaah pun mengeluh!

Sebagian jemaah lain yang kebetulan sedang bepergian ke luar kota lalu ingin beristirahat sejenak sambil merebahkan tubuh atau seorang pengemudi ojek online (ojol) yang kelelahan seharian mencari order lalu mampir ke sebuah masjid untuk sekadar mengisi baterai handphone yang sudah sekarat menggunakan colokan listrik masjid. Tetapi tiba-tiba langkahnya terhenti di pelataran masjid, karena ternyata pintu masjid dikunci. Lagi-lagi jemaah mengeluh!

Kita tidak bisa menutup mata menyikapi fenomena seperti ini. Di satu sisi jemaah membutuhkan masjid yang bisa dikunjungi 24 jam. Dahulu di zaman Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam ketika para sahabat hidupnya sedang diuji, hati sedang gundah gulana, pikiran sedang kalut, serasa diri berada di titik terendah. Maka mereka bergegas mengambil wudhu dan menuju masjid untuk bermunajat memperbanyak doa dan permohonan kepada Allah Azza wa Jalla. Tersungkur sujud mengharapkan pertolongan Allah. Mengadu dan curhat kepada Allah sepanjang hari dan malam. Lalu beberapa waktu kemudian, keluar dari masjid dengan semangat baru.

Sehingga pantaslah bila masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah, melainkan juga sebagai tempat menemukan ketenangan, kedamaian, kesejukan, keberkahan serta tempat berpikir jernih dan mencari solusi.

Baca juga: Perpustakaan Nasional RI Sediakan Buku-Buku Bacaan Bermutu untuk Anak dan Remaja di Perpustakaan Masjid Al Jihad Banjarmasin Guna Tingkatkan Minat Baca!

Masjid selayaknya hadir di tengah-tengah umat, agar jemaah semakin dekat dengan masjid. Menjadikan umat senang datang ke masjid, bahkan muncul kerinduan mendalam bila sudah sekian lama tak singgah ke masjid. Bukan sebaliknya masjid terisolasi, terkunci, terasa asing, dan semakin menjauh.

Namun di sisi lain, jemaah pun diharapkan menjaga adab ketika berada di “rumah Allah.” Bila bertamu ke rumah seseorang saja, kita dituntut untuk menjaga sopan santun, menjaga kebersihan rumah tersebut, tidak berbuat yang menjadikan si tuan rumah kecewa. Nah bagaimanakah lagi, bila kita singgah di rumah Allah yang ada di muka bumi, masjid. Tentunya kita akan lebih menjaga adab.

Masjid Al Jihad Banjarmasin berusaha memberikan solusi terbaik kepada jemaah. Masjid ini terbuka bagi jemaah yang ingin salat kapan pun siang ataupun malam. Hamparan karpet hijau yang empuk dan bersih siap menyambut para jemaah. Pintu masuk hampir tak pernah dikunci. Listrik dan AC yang sejuk, rindu menantikan kedatangan jemaah yang ingin salat, membaca Al-Qur’an, tahajud, i’tikaf atau sekadar berdzikir di dalam masjid Al Jihad.

Bukan itu saja, Masjid Al Jihad Banjarmasin sengaja menyediakan alas-alas tidur, kasur dan bantal kepada jemaah atau musafir yang kebetulan mampir di masjid ini. Dipersilakan tidur selagi menunggu adzan salat berkumandang. Dispenser dan kulkas selalu menyediakan air minum untuk jemaah.

Alas tidur yang disediakan di masjid Al Jihad sambil menunggu adzan berkumandang [Foto: mu4.co.id]

Baca juga: Toilet Baru di Masjid Al Jihad Banjarmasin Berstandar Hotel Berbintang!

Bagi jemaah atau musafir yang ingin mencuci muka atau ke kamar kecil, masjid Al Jihad menyediakan lebih dari 15 toilet yang didesain dengan standar hotel berbintang. Hal ini agar memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi jemaah dalam menunaikan hajatnya, tak perlu berlama-lama antre.

Colokan listrik banyak disediakan di tiap sudut masjid, agar memudahkan jemaah yang ingin mengisi ulang baterai ponselnya. Bila sudah lelah berbaring, bisa saja jemaah menghabiskan waktu luang dengan membaca buku-buku Islami di perpustakaan masjid. Seraya melepas penat, sekaligus menambah ilmu agama.

Bagi yang suka browsing konten-konten Islami, atau mendengarkan kajian-kajian online, jemaah juga disediakan jaringan wi-fi internet gratis di dalam masjid Al Jihad, sehingga jemaah semakin betah menunggu datangnya waktu salat.    

Sehingga di Masjid Al Jihad ini bukan hanya diperbolehkan tidur sejenak melepas kepenatan hidup, melainkan juga “di-fasilitasi” untuk betah berlama-lama berada di rumah Allah. Asalkan jangan terlupa, ketika “Sang Pemilik Rumah” memanggil melalui lantunan adzan syahdu yang berkumandang dari ruang induk Masjid Al Jihad, maka segera bangkit dari tidur dan bergegaslah mengambil air wudhu serta melangkah menyahut panggilan-Nya dengan berdiri di shaf terdepan salat.

Masjid Al Jihad Banjarmasin juga menyediakan kasur untuk jemaah dan musafir yang ingin berisitirahat di masjid [Foto: mu4.co.id]

Bagi donatur yang memiliki keleluasaan rezeki dapat menyalurkan infak dan sedekah terbaiknya untuk mendukung operasional serta sarana prasarana di Masjid Al Jihad Banjarmasin melalui rekening BSI 777 35 777 35 atas nama Masjid Al Jihad dan Bank Kalsel 65 000 475 24 atas nama Takmir Mesjid Al Jihad.

QRIS Masjid Al Jihad Banjarmasin
[post-views]
Selaras