Media Utama Terpercaya

4 Februari 2026, 11:44
Search

Penemuan Lukisan Gua Purba di Kalimantan Timur, Jejak Seni Purba Berusia Puluhan Ribu Tahun

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Lukisan tertua di Kaltim
Lukisan cap tangan yang ditemukan di Sangkulirang–Mangkalihat, Kalimantan Timur. [Foto: ITB]

Mangkalihat, mu4.co.id – Lukisan gua di Sangkulirang–Mangkalihat, Kalimantan Timur, sempat dinobatkan sebagai yang tertua di dunia sebelum kemudian ditemukan lukisan purba lain di Gua Leang, Maros–Pangkep, Sulawesi Selatan. 

Lukisan-lukisan di dalam gua ini menjadi bukti simbolik keberadaan manusia purba di Kalimantan Timur sekaligus menandai awal perkembangan seni sejak ribuan tahun lalu.

Dilansir dari Detik Kalimantan pada Rabu (4/2), kawasan Karst Sangkulirang–Mangkalihat yang membentang di Kabupaten Berau dan Kutai Timur merupakan wilayah batu kapur luas dengan puluhan gua yang menyimpan ribuan lukisan batu pada dinding dan langit-langit gua.

Baca Juga: Penemuan Lukisan di Gua Maros Indonesia Diduga Tertua Di Dunia. Segini Usianya!

Lukisan di kawasan Sangkulirang–Mangkalihat mencakup cap tangan, figur manusia dan hewan, ornamen geometris, serta simbol abstrak yang dibuat dengan pigmen alami seperti oker berwarna merah hingga cokelat kemerahan.

Eksplorasi situs ini dimulai sejak 1988 oleh Luc-Henri Fage, sementara lukisan pertama baru ditemukan pada 1994 oleh Jean-Michel Chazine seorang peneliti dari Prancis dan Pindi Setiawan dari Institut Teknologi Bandung. 

Penelitian tersebut mengungkap sekitar 48–54 gua yang menyimpan beragam motif, mulai dari cap tangan hingga figur manusia dan hewan, yang menggambarkan budaya serta cara berpikir masyarakat pemburu-pengumpul purba.

Baca Juga: Penemuan Batu Giok Raksasa Seberat 5.000 ton di Aceh. Segini Nilainya!

Penanggalan pasti lukisan gua di Sangkulirang–Mangkalihat masih diteliti, namun riset awal menunjukkan beberapa lukisan berusia sekitar 40.000 tahun, lebih tua dibanding seni gua Eropa seperti Lascaux dan Chauvet.

“Kalimantan dulunya tidak dikenal memiliki gambar pra sejarah. Cap tangan adalah salah satu indikasi utama gambar yang tua. Lukisan gua tersebut diprediksi berusia 40.000 ribu tahun sampai 35.000 tahun. Awalnya ada informasi yang sampai kepada saya, baru sejak 1995 itulah nyaris setiap tahun saya bersama tim peneliti lain survei ke gua-gua mencari cap tangan,” ujar Pindi Setiawan, dikutip dari laman ITB.

Menurut UNESCO, motif lukisan tersebut mencerminkan aktivitas berburu, simbol spiritual, dan kehidupan sosial masyarakat pra-agraris.

(Detik Kalimantan, ITB)

[post-views]
Selaras