Jakarta, mu4.co.id – Sejumlah calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dicoret dari daftar keberangkatan karena alasan kesehatan dan pelanggaran disiplin. Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut sedikitnya enam calon petugas batal berangkat akibat kondisi kesehatan.
“Ada yang ternyata MCU-nya penyakit jantung. Bahkan ada yang harus dipasang ring. Kemudian rekomendasi dokter itu tidak bisa ikut. Kemudian dicopot. Setidaknya ada enam,” ujar Dahnil Anzar dikutip dari Kumparan, Sabtu (31/1).
Selain faktor kesehatan, sejumlah calon petugas juga dicopot karena masalah kedisiplinan, terutama terkait kehadiran selama diklat. Peserta diwajibkan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari apel pagi hingga sesi materi, dengan penilaian dilakukan tim pelatih dari internal Kementerian Haji serta TNI-Polri.
Baca Juga: Gus Irfan Ingatkan Calon Petugas Haji 2026 Tolak Uang dan Hadiah dari Jemaah
Dahnil menegaskan penilaian sepenuhnya diserahkan kepada tim pelatih berdasarkan kriteria seperti kehadiran, disiplin, dan ketertiban. Ia juga menekankan bahwa petugas haji harus benar-benar siap melayani jemaah, bukan sekadar ikut berangkat haji tanpa menjalankan tugas.
“Jangan sampai kemudian niatnya itu adalah nebeng naik haji. Nggak boleh itu kemudian nebeng naik haji. Dan tidak satu pun anggota atau peserta yang harus diistimewakan,” ujar Dahnil.
“Jadi tim petugas, maksud saya tim instruktur itu silakan melakukan penilaian mereka. Itu wewenang mereka selama Anda semuanya itu masuk barak. Jadi banyak yang protes. Yang protes karena mereka dicopot. Karena kemudian harapan mereka bisa jadi petugas. Tapi kemudian tidak bisa. Karena ada syarat-syarat yang kemudian mereka langgar. Kemudian tidak memenuhi ketentuan,” lanjutnya.
Dahnil menegaskan bahwa tidak semua peserta diklat otomatis dinyatakan lulus dan diberangkatkan ke Tanah Suci. Karena itu, kekecewaan dari peserta yang dicopot dianggap wajar, namun aturan tetap harus ditegakkan.
(Kumparan)













