Jakarta, mu4.co.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta Pemerintah Republik Indonesia untuk mempertimbangkan kembali keterlibatannya dalam Board of Peace termasuk opsi untuk menarik diri dari forum tersebut.
Hal itu diungkapkan oleh Wakil Ketua Umum MUI, KH M Cholil Nafis. Ia menilai bergabungnya Indonesia ke dalam Board of Peace merupakan keputusan yang aneh dan jelas tidak berpihak kepada Palestina.
Dirinya juga menjelaskan Board of Peace atau Dewan Perdamaian Gaza yang digagas oleh Presiden AS, Donald Trump dan anggotanya terdapat PM Israel, Netanyahu yang melakukan penjajahan terhadap Palestina. Ditambah, tidak ada negara Palestina dalam keanggotaan Board of Peace.
“Indonesia bergabung dengan Board of Peace itu jelas tidak berpihak kepada Palestina. Karena dalam penggagas Trump dan anggotanya ada (Perdana Menteri Israel) Netanyahu yang jelas menjajah dan tidak ada negara Palestina,” kata Cholil Nafis dalam akun X pribadinya, Rabu (28/01/2026).
Baca juga: Indonesia Gabung Board of Peace, MUI Sebut Langkah Neokolonialisme!
Di samping itu, Kiai Cholil juga menerangkan keanehan lainnya terkait dengan bergabungnya Indonesia ke Board of Peace yang ditarik bayaran keanggotaan. “Anehnya lagi, Indonesia masih ditarik bayaran keanggotaan. Baiknya Pak Prabowo menarik diri aja,” tegasnya.
Sebelumnya, Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof Sudarnto Abdul Hakim, menilai Board of Peace merupakan bentuk nyata dari langkah neokolonialisme.
“Board of Peace adalah bentuk nyata langkah neokolonialisme. MUI memandang ada problem struktural Board of Peace yang sangat serius. Keterlibatan Israel sebagai anggota setara, bukan sebagai occupying power yang harus dimintai pertanggungjawaban, merupakan cacat mendasar,” tegasnya.
(mui.or.id)











