Media Utama Terpercaya

26 Januari 2026, 16:01
Search

Spanyol dan Jerman Tolak Masuk Dewan Perdamaian Gaza Bentukan Trump, Apa Alasannya?

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Spanyol dan Jerman Tolak Masuk Dewan Perdamaian Gaza Bentukan Trump
Spanyol dan Jerman Tolak Masuk Dewan Perdamaian Gaza Bentukan Trump [Foto: Ilustrasi mu4.co.id]

Jakarta, mu4.co.id – Spanyol dan Jerman tegas menolak undangan untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza, yang diluncurkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump yang difokuskan pada rekonstruksi Gaza pasca perang.

Hal tersebut diduga karena langkah diplomasi Washington dinilai menyimpang dari prinsip multilateralisme dan berpotensi menggeser peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam penyelesaian konflik global.

Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez menyatakan pihaknya tidak akan berpartisipasi dalam Dewan Perdamaian tersebut. “Kami menghargai undangan tersebut, tetapi kami menolak,” ujar Sanchez, usai KTT Uni Eropa di Brussels, Kamis (22/01/2026).

Menurutnya, keputusan itu konsisten dengan komitmen Spanyol terhadap hukum internasional, sistem PBB, dan multikulturalisme. Ia juga menyoroti Dewan Perdamaian Gaza tidak melibatkan Otoritas Palestina, sehingga dinilai tidak mencerminkan pendekatan inklusif dalam penyelesaian konflik.

Sebaliknya, negara-negara Timur Tengah justru melihat Dewan Perdamaian sebagai peluang percepatan rekonstruksi Gaza, terutama setelah dimulainya fase kedua gencatan senjata antara Israel dan Hamas, yang telah menghentikan perang yang sudah berlangsung sejak Oktober 2023.

Baca juga: Indonesia Bersama Negara Muslim Lainnya Gabung Dewan Perdamaian Bentukan Trump. Ini Tujuannya!

Mengikuti langkah Spanyol, penolakan juga dilakukan oleh Pemerintah Jerman. Dokumen resmi dari Washington yang merinci struktur dan kewenangan Dewan Perdamaian dinilai memicu kekhawatiran serius.

Disebutkan bahwa Piagam Dewan Perdamaian tidak hanya membahas gencatan senjata dan rekonstruksi Gaza, tetapi juga mengusulkan pembentukan organisasi internasional baru dengan struktur kekuasaan terpusat.

Pemerintah Jerman menilai konsep tersebut bertentangan dengan prinsip tata kelola global yang selama ini mengedepankan peran lembaga multilateral, khususnya Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pihaknya khawatir Dewan Perdamaian justru akan mengabaikan institusi internasional yang sudah ada dan menciptakan situasi baru yang merusak keseimbangan sistem global.

“Bentuk dan struktur dewan ini tidak sejalan dengan prinsip multilateralisme yang menjadi dasar tatanan global,” ujar sumber diplomatik Eropa.

Oleh karena itu, pemerintah Jerman memilih menolak bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza dalam bentuknya saat ini, dan berkomitmen untuk tetap mendukung penyelesaian konflik melalui kerangka PBB dan kerja sama multilateral yang diakui secara internasional.

(tribunnews.com)

[post-views]
Selaras