Jakarta, mu4.co.id – Kementerian Haji dan Umrah RI menggelar Bimbingan Teknis serta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) mulai 10-30 Januari 2026 untuk Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi sebagai bagian dari persiapan operasional haji 1447 H/2026 M.
Ketua Panitia PPIH Arab Saudi 2026, Puji Raharjo, menyebut pelatihan ini difokuskan pada peningkatan ketahanan fisik petugas, penguatan koordinasi, serta kemampuan teknis dan manajerial.
“Kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dalam peningkatan kualitas pelayanan kepada jemaah haji, menguatkan kemampuan komunikasi, serta meningkatkan kesiapsiagaan petugas dalam menghadapi dinamika di lapangan,” ucap Puji Raharjo dalam acara pembukaan Diklat PPIH Arab Saudi 1447H/2026, Jakarta, Ahad (11/1), dikutip dari detik hikmah, Selasa (13/1).
Ia menegaskan kesiapan petugas menjadi kunci menghadapi kompleksitas operasional haji, khususnya saat di Arab Saudi.
Diklat PPIH Arab Saudi berlangsung di Asrama Haji Pondok Gede dan Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, dengan peserta yang akan bertugas di berbagai sektor pelayanan, mulai dari Daker Makkah dan Madinah, layanan bandara, pemondokan, hingga layanan pendukung lainnya.
“Diklat disiapkan untuk menampung 1.636 peserta. Hingga pelaksanaan pagi hari, tercatat 1.501 petugas telah hadir, sementara sebagian lainnya masih dalam perjalanan,” ungkap Puji.
Menteri Haji dan Umrah Mohammad Irfan Yusuf atau Gus Irfan menegaskan bahwa pelaksanaan diklat tidak sekadar menjadi rutinitas administratif, melainkan bagian penting dari peningkatan kualitas petugas haji.
“Melalui kegiatan ini, para peserta dibekali pemahaman kebijakan penyelenggaraan haji yang terus berkembang. Peserta juga dilatih keterampilan teknis pelayanan, pembinaan, dan perlindungan jemaah,” ujar Gus Irfan.
Gus Irfan menegaskan diklat ini bertujuan memperkuat kerja lintas sektor dari tahap persiapan hingga pelaksanaan di Arab Saudi dengan landasan etika pelayanan.
Melalui pelatihan ini, nilai dasar kepetugasan dan standar layanan ditegaskan kembali sekaligus memperkuat komitmen pengabdian, sehingga diharapkan kualitas pelayanan jemaah haji Indonesia di Tanah Suci semakin meningkat.
(Detik hikmah)














