Media Utama Terpercaya

13 Januari 2026, 16:42
Search

Banjir Rob Kembali Rendam Banjarmasin, Sampai Kapan BMKG Berlakukan Peringatan?

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Banjir Rob di Banjarmasin
Banjir Rob di salah satu komplek HKSN, Banjarmasin Utara, Sabtu [3/1] malam [Foto: mu4.co.id]

Banjarmasin, mu4.co.id – Banjir rob kembali melanda Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dalam beberapa hari terakhir. Genangan air akibat pasang laut ini merendam sejumlah wilayah pemukiman hingga jalan raya. 

Sementara itu, puncak banjir rob terjadi pada Sabtu malam (4/1), dengan ketinggian air yang semakin meluas hingga ke ruas jalan umum.

Banjir rob ini menyebabkan gangguan lalu lintas di sejumlah titik seperti Jalan Belitung Darat, kawasan Kayu Tangi, Jafri Zam-Zam, hingga Banua Anyar. Kendaraan terpaksa melambat saat melintasi genangan air yang cukup dalam. Bahkan, tidak sedikit pengendara sepeda motor mengalami mogok karena nekat menerobos banjir.

Menurut pantauan mu4.co.id, sejak pukul 18.00 WITA air sungai sudah mulai naik. Hingga sekitar pukul 19.30 WITA, genangan air mulai menjalar ke pemukiman warga dan merendam jalan-jalan komplek hingga ruas jalan umum.

Baca Juga: PDM Banjar Lakukan Aksi Kemanusiaan, Salurkan Logistik dan Makanan untuk Warga Terdampak Banjir

Sejumlah warga menilai banjir rob kali ini lebih parah dibandingkan kejadian sebelumnya, salah satunya Arbani, warga Sungai Andai yang merasakan langsung dampaknya. Ia menyebut ketinggian air meningkat lebih cepat dan bertahan lebih lama.

“Banjir kali ini lebih parah dari sebelum-sebelumnya. Jalan-jalan komplek sampai jalan umum ikut terendam, jadi warga susah beraktivitas,” ujar Arbani dikutip dari RRI, Ahad (4/1).

Sebelumnya, Stasiun Meteorologi Banjarmasin melalui akun Instagram resminya mengeluarkan peringatan dini banjir rob di perairan Muara Sungai Barito, Kalimantan Selatan, yang berlaku pada 2–9 Januari 2026.

Dalam edaran disebutkan, fase bulan purnama pada 3 Januari 2026 berpotensi memicu pasang air laut maksimum sehingga meningkatkan risiko banjir rob di wilayah pesisir Kalimantan Selatan.

Pasang maksimum diperkirakan terjadi di Perairan Muara Sungai Barito pada rentang waktu pukul 18.00 WITA hingga 01.00 WITA dengan ketinggian maksimum mencapai 2,8 meter. Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi pesisir Perairan Sungai Barito.

BMKG mengimbau masyarakat pesisir agar tetap waspada dan siaga dalam mengantisipasi dampak pasang maksimum air laut dan fenomena banjir rob. 

Banjir ini berpotensi mengganggu aktivitas keseharian masyarakat serta transportasi di sekitar pelabuhan dan kawasan pesisir, termasuk kegiatan bongkar muat, aktivitas di pemukiman pesisir, serta perikanan darat.

[Video: mu4.co.id]

(RRI, Cuaca Kalsel)

[post-views]
Selaras