Yogyakarta, mu4.co.id – Muhammadiyah menunjukkan komitmen serius dalam pemberdayaan masyarakat melalui Telur Moe, produk telur sehat hasil komunitas difabel binaan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah lewat Jamaah Tani Muhammadiyah (Jatam), yang berlokasi di Dusun Bejen, Caturharjo, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.
Telur Moe Farm bahkan telah mengantongi sertifikasi internasional Humane Farm Animal Care (HFAC) sebagai standar kesejahteraan hewan ternak. Sertifikasi HFAC menegaskan praktik peternakan bebas sangkar dengan pemeliharaan ayam yang layak, sehat, dan berstandar internasional.
Pada Rabu (31/12/2025), Telur Moe Farm resmi memulai Program Kemitraan Peningkatan Ekonomi Berbasis Inklusi melalui pengembangan ayam petelur sehat, bekerja sama dengan Lazismu dan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta.

Arya Khoirul selaku penggagas Telur Moe menjelaskan MPM mendampingi Jatam Difabel sejak awal meski para anggotanya belum memiliki pengalaman beternak.
“Farmnya ini dipelihara dengan kesejahteraan hewan yang tinggi, traceability product yang bagus, kesejahteraan hewan yang bagus. Berarti mengelola kesehatan hewannya juga bagus, kualitas telurnya juga bersahabat,” jelas Arya dikutip dari laman Muhammadiyah, Sabtu (3/1).
Arya menjelaskan, dalam peternakan ayam petelur terdapat beberapa tingkatan, mulai dari penggunaan kandang baterai, peningkatan kualitas pakan bernutrisi, hingga sistem pemeliharaan tanpa kandang atau cage-free.
Arya menyebut Jatam menerapkan tingkatan keempat, yakni sistem pemeliharaan menyeluruh dari berbagai aspek, meski para anggotanya sebelumnya belum pernah beternak dan belum mengenal jenis ayam petelur.
“Langsung melompatnya keempat. Dan syukur alhamdulillah lah dengan standar free range, fungsional, dapat sertifikasi internasional dari Humane Farm Animal Care , teman-teman ini memelihara ayam sudah usia ke 100 minggu produktivitasnya masih di atas 83 persen. Kalau sesuai guideline itu paling sudah tinggal 60 persen atau sudah akhir ya harusnya,” jelas Arya.
Baca Juga: Muhammadiyah Luncurkan Laptop “ITMu” Produk LP UMKM
Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat PP Muhammadiyah Nurul Yamin menambahkan, melalui Program kemitraan ini, populasi ayam ditargetkan meningkat dengan pengembangan kandang berstandar Nomor Kontrol Veteriner (NKV) yang ramah difabel.
Ke depannya, jumlah ayam akan ditambah menjadi 1.000 ekor atau naik sekitar 300 persen dari sebelumnya yang hanya 300 ekor, sebagai pengembangan dari program yang telah berjalan.
“Kursi roda bisa masuk, dia bisa kasih makan dan segala macam. Sehingga menciptakan aktor ekonomi bagi komunitas-komunitas difabel. Nah itulah yang mengurangi ketergantungan, sehingga spirit kemandiriannya itu bisa diwujudkan,” kata Yamin.
Yamin berharap pengembangan program ini mampu meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya difabel dengan memberi ruang bagi kelompok rentan untuk berdaya secara ekonomi.
(Muhammadiyah)














