Media Utama Terpercaya

13 Januari 2026, 18:33
Search

Realisasi Pendapatan Daerah Banjarmasin Lampaui Target, Capai Rp2,69 Triliun di 2025!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Realisasi Pendapatan Daerah Banjarmasin
BPKPAD Kota Banjarmasin. [Foto: Pemko Banjarmasin]

Banjarmasin, mu4.co.id – Hingga akhir 2025, pendapatan daerah Kota Banjarmasin telah terealisasi sebesar Rp2,69 triliun atau 104 persen dari target Rp2,59 triliun. 

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Pendapatan Aset Daerah (BPKPAD) Banjarmasin, Edy Wibowo, menyebut capaian tersebut didukung oleh Pendapatan Asli Daerah (PAD), pajak dan retribusi daerah, pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, serta pendapatan sah lainnya termasuk pendaftaran transfer.

“Jadi kita ada pelampauan pendapatan dari target 2025, capaian itu mencerminkan optimalisasi pengelolaan pendapatan daerah sepanjang tahun anggaran berjalan, baik yang bersumber dari PAD maupun pendapatan transfer,” ujar Edy Wibowo dikutip dari Banjarmasin Post, Sabtu (3/1).

Baca Juga: Realisasi Belanja APBD Rendah, Menkeu Ungkap 15 Pemda dengan Simpanan Uang Paling Banyak di Bank!

Ia menjelaskan, PAD yang ditargetkan Rp718 miliar terealisasi Rp668 miliar atau 92,98 persen. Pajak daerah menjadi kontributor terbesar dengan capaian melampaui target hingga 100,13 persen. 

Sementara itu, retribusi daerah baru terealisasi 74,70 persen dari target Rp42 miliar, komponen lain-lain PAD yang sah mencapai 72,91 persen, dan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan terealisasi penuh 100 persen atau Rp36 miliar.

Selain PAD, pendapatan transfer juga berperan besar dalam mendorong pendapatan daerah Kota Banjarmasin. 

Baca Juga: Berturut-turut! Realisasi APBD Pemkot Banjarmasin Terus Alami Peningkatan

Hingga akhir Desember 2025, realisasinya mencapai 134,10 persen dari target. Capaian ini membuat total pendapatan daerah menembus Rp2,6 triliun dan mencerminkan kondisi fiskal yang positif pada akhir tahun anggaran 2025. 

Edy menyebut keberhasilan tersebut didukung kerjasama antarperangkat daerah serta optimalisasi pemungutan dan pengelolaan pendapatan secara berkelanjutan.

Sementara itu, serapan belanja daerah hingga akhir 2025 mencapai 78,59 persen atau Rp2,09 triliun dari total APBD Rp2,66 triliun. Realisasi tersebut mencakup belanja pegawai sebesar Rp864 miliar dari anggaran Rp970 miliar serta belanja barang dan jasa Rp839 miliar dari pagu Rp1,05 triliun.

(Banjarmasin Post)

[post-views]
Selaras