Bandung, mu4.co.id – Puncak Resepsi Milad ke-113 Muhammadiyah dengan tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa” diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Bandung (UMB) pada Selasa (18/11). Sejak fajar, seluruh perwakilan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) se-Indonesia dan ribuan penggembira memadati UMB.
Acara inti dimulai dengan beragam pentas seni, mulai dari Tapak Suci (TS), paduan suara, alunan gamelan, hingga musik angklung yang menyambut kedatangan tamu VVIP.
Dalam laporannya, ketua panitia sekaligus Rektor UMB, Herry Suhardiyanto menegaskan relevansi tema milad dengan kehadiran Muhammadiyah sejak awal. “Muhammadiyah hadir sebagai air pencerahan yang terus mengalir, dan UM Bandung menjadi bagian itu,” ujar Herry dilansir dari maklumat.id, Rabu (19/11).
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Barat (Jabar), Ahmad Dahlan mengucapkan terima kasih atas suksesnya acara milad ini.
Sementara itu, Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi mengapresiasi gaya hidup para pemimpin Muhammadiyah yang selalu sederhana. Ia juga menyoroti sistem kelola Muhammadiyah yang rapi dan kokoh, dan memandang peran Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) telah meringankan beban negara.
Dalam momentum milad ini, Muhammadiyah resmi meluncurkan E-KTAM (Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah), inovasi ini akan mempermudah pendaftaran anggota melalui aplikasi Masa. Peresmian tersebut dilakukan secara langsung oleh Haeder Nashir selaku Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, didampingi oleh Abdul Mu’ti dan Hilman Latief selaku Sekretaris Umum dan Bendahara Umum PP Muhammadiyah.
Selain itu, juga dianugerahkan Muhammadiyah Award 2025 kategori Pengusaha Dermawan Kolaboratif kepada Yendra Fahmi. Diketahui, Ia dikenal sebagai anggota dan pengusaha yang memiliki semangat dan kontribusi nyata pembangunan AUM, seperti masjid di Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta dan Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung Selatan (RSMBS).
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir dalam pidato utamanya menegaskan bahwa upaya kesejahteraan merupakan kewajiban konstitusional bagi seluruh penyelenggara negara. Pemilihan tema Milad, “Memajukan Kesejahteraan Bangsa” adalah bentuk implementasi dari perintah konstitusi, yakni memajukan kesejahteraan umum.
“Dalam pikiran kami bahwa ikhtiar untuk membangun kesejahteraan bangsa sebagai implementasi dari perintah konstitusi, yakni memajukan kesejahteraan umum… bahwa perintah konstitusi itu bukan normatif yang sebenarnya punya kekuatan otoritatif yang kuat,” ujar Haedar dilansir dari muhammadiyah.or.id, Rabu (19/11).
Ia optimis kesejahteraan bangsa akan segara hadir jika pemerintah dan seluruh kekuatan rakyat bekerja maksimal. Untuk pidatonya lengkapnya bisa diunduh di sini.
Dalam resepsi milad tersebut juga hadir dan memberikan pidato testimoni singkat dari beberapa tokoh, diantaranya Menko Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan, Wakil Ketua MPR RI Muhammad Hidayat Nur Wahid, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, dan Kepala Kepolisian RI Listyo Sigit Prabowo.
(Maklumat.id, muhammadiyah.or.id)





![Penampakan Ibu Kota Negara [IKN] Nusantara](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2025/11/maxresdefault-300x169.jpg)









