Jakarta, mu4.co.id – Uji resmi di Lemigas menunjukkan oktan Bobibos mencapai 98,1, jauh lebih tinggi dari perkiraan awal sekitar RON 92. Hal ini disampaikan penemunya, M. Ikhlas Thamrin.
“Kami sempat memperkirakan di kisaran RON 92, ternyata hasil Lemigas menunjukkan 98,1. Artinya, kualitasnya bahkan melampaui bahan bakar premium,” ungkap M Ikhlas Thamrin dikutip dari Kompas, Selasa (18/11).
Bobibos sendiri dibuat dari jerami melalui lima tahap proses biokimia dengan mesin ekstraksi rakitan sendiri. Bahan bakar ini disebut lebih efisien dan hampir tanpa emisi.
Baca Juga: BOBIBOS, Bahan Bakar Indonesia dari Tanaman Murah Setara RON 98!
Dilansir dari Metro Tv, berikut beberapa keunggulan yang dimiliki Bobibos, antara lain:
- Nilai oktan tinggi: Memiliki RON 98,1, lebih tinggi dari bahan bakar RON 98 atau Pertamax Turbo yang berbasis fosil di pasaran.
- Efisiensi jarak tempuh: Kendaraan yang menggunakan Bobibos dapat menempuh jarak lebih jauh dibandingkan dengan solar biasa.
- Rendah emisi: Teknologi pengolahan Bobibos mampu menekan emisi gas buang hingga mendekati nol.
- Performa stabil: Hasil uji lapangan menunjukkan mesin bekerja lebih ringan dan hemat bahan bakar.
- Harga ekonomis: Harga Bobibos ditargetkan lebih murah dibandingkan bahan bakar RON 98.
- Bahan baku lokal: Menggunakan limbah pertanian untuk mendukung ketahanan energi nasional.
- Produksi terdesentralisasi: Dapat dikembangkan di berbagai wilayah Indonesia untuk mengurangi biaya distribusi dan ketergantungan impor.
BRIN Buka Suara
Kepala Organisasi Riset Energi dan Manufaktur BRIN, Cuk Supriyadi Ali Nandar, menyatakan bahwa pihaknya belum berkomunikasi langsung dengan tim Bobibos. Ia menduga proses produksi Bobibos kemungkinan melibatkan etanol sebagai perantara, dan menambahkan bahwa BRIN juga pernah meneliti teknologi serupa.
Baca Juga: Bobibos Siap Bangun Jaringan SPBU dan BosMini untuk Pemerataan Energi Bersih Nasional
“Kami memang pernah melaksanakan kajian bahan bakar dari jerami dengan produk akhir berupa bioetanol. Kami pun menduga bahwa produk Bobibos ini produk perantaranya adalah etanol yang mungkin diolah lebih lanjut menjadi biogasoline atau biohidrokarbon diesel, hal ini yang harus kami pastikan,” ujar Cuk Supriyadi.
Cuk Supriyadi menjelaskan bahwa bioetanol bisa dibuat dari beragam biomassa seperti jerami, tandan kosong sawit, kelapa, nyamplung, hingga sorgum. Jerami yang kaya selulosa, hemiselulosa, glukosa, dan lignin dinilai cocok sebagai sumber energi bersih.
Ia menegaskan BRIN siap mendampingi Bobibos, mulai dari verifikasi dan validasi hingga kajian keekonomian.
(Kompas, Metro Tv, Surya.co.id)





![Penampakan Ibu Kota Negara [IKN] Nusantara](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2025/11/maxresdefault-300x169.jpg)






