Media Utama Terpercaya

22 Januari 2026, 02:05
Search

3 Negara NATO Kirim Pasukan Untuk Jaga Greenland Dari AS. Ini Alasannya!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
3 negara NATO lindungi Greenland dari AS
3 negara NATO lindungi Greenland dari AS. [Foto: AI/mu4.co.id]

Greenland, mu4.co.id – Jerman, Prancis, dan Denmark yang merupakan tiga negara NATO yang akan mengarahkan pasukan tentara ke Greenland, karena ambisi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang ingin mencaplok pulau terbesar di dunia dan berstatus sebagai wilayah otonom Denmark tersebut.

Kementerian Pertahanan Jerman mengatakan akan mengarahkan tim pengintai Bundeswehr yang terdiri dari 13 orang ke Ibu Kota Greenland, Nuuk dimulai pada Kamis (15/1) atas undangan Denmark.

“Misi ini bertujuan untuk menjelajahi kondisi kerangka kerja untuk kemungkinan kontribusi militer guna mendukung Denmark dalam memastikan keamanan di kawasan tersebut,” ujar Kementerian Pertahanan Jerman dilansir dari Sindonews, Rabu (21/1).

Satu-satunya kekuatan nuklir Uni Eropa, Prancis juga mengonfirmasi akan mengarahkan pasukan ke Greenland setelah pertemuan penting antara pejabat AS, Denmark, dan Greenland di Washington.

Baca juga: Trump Incar Greenland, Pemimpin Dunia Kompak Mengecam, Ini Kata Mereka!

Trump berulang kali berjanji akan mengambil wilayah tersebut dengan alasan hal itu sangat penting bagi keamanan AS. Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen mengatakan bahwa Presiden Trump jelas memiliki keinginan menaklukkan Greenland. Hal itu ia sampaikan setelah bertemu dengan pejabat AS termasuk Wakil Presiden JD Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio.

Sementara itu, Denmark juga telah mengarahkan komando pendahulu dan mengirimkan aset militer tambahan ke Greenland karena niat Trump yang ingin mendapatkan wilayah tersebut dengan cara apa pun, bahkan dengan paksa. Trump berulang kali mengisyaratkan bahwa Washington harus mengambil pulau itu demi keamanan nasional.

Untuk menyambut kedatangan pasukan Denmark yang lebih besar dengan pasukan beberapa negara Eropa lainya, komando pendahulu Denmark akan mempersiapkan logistik dan infrastruktur. Langkah ini disambut baik oleh partai sayap kiri Enhedslisten, meskipun pihak berwenang Denmark masih bungkam terhadap hal ini.

“Ini adalah sesuatu yang telah kami minta selama seminggu terakhir. Ini adalah langkah yang bijaksana. Dan saya mengerti bahwa pasukan dari negara-negara Eropa lainnya juga sedang menuju Greenland. Dan ini adalah sinyal yang tepat untuk dikirim kepada kekuatan besar mana pun yang mungkin memiliki ide buruk untuk menyerang Greenland,” kata seorang juru bicara partai tersebut.

Baca juga: RUU Kongres Telah Diajukan, Trump Akan Jadikan Greenland Negara Bagian Ke-51 AS

Trump menyampaikan keinginan untuk mengakusisi Greenland tersebut tak lama setelah menjabat sebagai Presiden AS di periode keduanya, dan dorongan tersebut semakin menguat dalam beberapa minggu terakhir. Ia mengeklaim AS harus mengambil alih Greenland sebelum Rusia dan China yang melakukannya.

Ia mengungkapkan alasan di balik keinginannya untuk mendapatkan Greenland karena diklaim pulau itu sangat penting untuk menciptakan sistem pertahanan rudal terpadu Golden Dome yang diusulkannya, dan menganggap apabila AS mendapatkan itu akan membuat langkah tersebut makin tangguh dan efektif.

“NATO harus memimpin upaya kami untuk mendapatkannya,” ucapnya.

Namun, klaim Trump tersebut dibantah oleh Moskow dan Beijing, serta para pejabat di Greenland sendiri. Kopenhagen hanya memberi sinyal kesiapan untuk bekerja sama dengan AS dalam kerangkan NATO tanpa menyerahkan Greenland, dengan menunjukkan bahwa penduduknya pada tahun 2008 telah memilih untuk mempertahankan status pemerintahan mereka tetap berada di dalam Denmark.

(SindoNews)

[post-views]
Selaras